PERBANDINGAN PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA TERHADAP PEMAHAMAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI KOTA DENPASAR

  • Putu Eka Arimbawa UNIVERSITAS BALI INTERNASIONAL
Keywords: Antibiotik, Informasi, Masyarakat, Sosial Media

Abstract

Salah satu bentuk berkembangnya media komunikasi adalah dengan adanya sosial media sebagai sumber informasi. Informasi yang kurang tepat dapat menyebabkan kesalahan penggunaan obat salah satunya adalah penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penggunaan media sosial dengan pemahaman penggunaan antibiotik di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan survei cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 100. Data dikumpulkan dari bulan Maret-April 2020 di Kota Denpasar menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 49% responden pernah membeli antibiotik secara bebas, 60% setuju membeli tanpa resep dokter, dan 81 Responden mendapatkan antibiotik di apotek, serta 48% responden kurang memahami fungsi antibiotik. Hasil uji statistik terdapat perbandingan penggunaan sosial media dengan pemahaman penggunaan antibiotik diperoleh nilai p-value sebesar 0,006 (p<0,05). Informasi penggunaan sosial media terutama dalam pembelian antibiotik secara bebas tanpa resep perlu diperhatikan. Untuk itu, sosialisasi pemahaman fungsi dan aturan penggunaan antibiotik di sosial media harus dilakukan agar memastikan masyarakat dapat menerima informasi secara tepat

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-12-20
How to Cite
Arimbawa, P. (2020). PERBANDINGAN PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA TERHADAP PEMAHAMAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI KOTA DENPASAR. MEDFARM: Jurnal Farmasi Dan Kesehatan, 9(2), 42-48. https://doi.org/10.48191/medfarm.v9i2.33