KAJIAN PUSTAKA: POTENSI EKSTRAK TANAMAN DI INDONESIA SEBAGAI KANDIDAT ANTELMINTIK TERHADAP Ascaris

  • Tanwirotun Ni'mah Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja
  • Vivin Mahdalena Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja
Keywords: antelmintik, Ascaris, tanaman obat

Abstract

Penyakit kecacingan merupakan masalah kesehatan yang masih dihadapi Indonesia, dengan angka infeksi sekitar 219 juta. Salah satu genus dari penyebab kecacingan yaitu Ascaris. Pemanfaatan tanaman sebagai sumber kandidat pengobatan infeksi Ascaris perlu dilakukan, namun informasi mengenai jenis tanaman yang berpotensi sebagai antelmintik terhadap Ascaris masih terbatas. Tulisan ini merupakan literatur review yang menyajikan informasi tanaman yang berpotensi sebagai antelmintik terhadap Ascaris. Tanaman tersebut yaitu bangle (Zingiber purpureum), kunyit (Curcuma domestica), sarang semut (Myrmecodia pendans), labu kuning (Curcubita moschata (Duch.) Poir), jahe emprit (Zingiber officinale var. amarum), bawang putih lanang (Allium sativum L.), gewang (Corypha utan Lamk), pinang merah (Areca catechu) dan takokak (Solanum torvum). Efek antelmintik dipengaruhi oleh aktivitas biologi dari kandungan senyawa kimia dalam tanaman.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2022-06-29
How to Cite
Ni’mah, T., & Mahdalena, V. (2022). KAJIAN PUSTAKA: POTENSI EKSTRAK TANAMAN DI INDONESIA SEBAGAI KANDIDAT ANTELMINTIK TERHADAP Ascaris. MEDFARM: Jurnal Farmasi Dan Kesehatan, 11(1), 78-92. https://doi.org/10.48191/medfarm.v11i1.69